Show Me The Games!

By
Updated: December 13, 2011

Show Me The Games!

 Tidak pernah rasanya dunia olahraga melewati rangkaian sequel drama yang banyak menyita emosi dan menciptakan kontroversi seperti yang kita saksikan dalam satu minggu terakhir ini.

Sebut saja UEFA Euro Cup 2012 Drawing. Penunjukkan dua negara tuan rumah yang sayangnya bukan negara unggulan, melempar Jerman, yang tidak terkalahkan selama babak kualifikasi, ke pot undian 2 yang berakhir dengan terciptanya neraka di grup B.

Berita baiknya, UEFA memutuskan untuk menambah jumlah peserta menjadi 24 di tahun 2016. Terlepas dari kotroversi yang muncul akibat dari keputusan ini, format baru EURO Cup ini jelas menjanjikan keseimbangan kekuatan antar grup, dan sekaligus menambah magnit atas datangnya lebih banyak sponsor.

Sedangkan di kompetisi antar klub Eropa,kota Manchester harus menangis setelah dua wakilnya, dua raksasa klub eropa, Manchester United dan Manchester City gagal maju ke babak ke 2. Disaat Manchester United tersandung oleh klub kecil minim prestasi, Manchester City yang begitu perkasa di liga domestik justru terlihat medioker dibandingkan FC Bayern Munchen dan FC Napoli.

Namun sepertinya tidak ada yang lebih kontroversial seperti liga NBA. Pada saat NBA Lockout 2011 yang sempat berlangsung selama 149 hari dan penuh drama ini berakhir, mega transkasi pemindahan pemain yang terfokus kepada Chris Paul dan melibatkan 3 klub dibatalkan ditengah jalan secara sepihak oleh liga.

Banyak pengamat yang melihat kejadian ini sebagai contoh buruk disaat liga, pemilik klub serta pemain justru sedang berusaha memperbaiki kembali citranya.

Mari kita lihat beberapa rangkuman kejadian yang semoga bisa memberikan sudut pandang lebih luas mengapa mega transaksi kepindahan Chris Paul di veto oleh NBA Commissioner.

1.       Pembelian New Orlean Hornets oleh NBA

Dibulan Desember tahun 2010 lalu, NBA memutuskan untuk mengambil alih kepemilikan New Orleans Hornets. Banyak spekulasi yang timbul atas keputusan yang diambil liga ini. Sejak dilanda tragedi Badai Katrina, yang berimbas ke status perkenomian kota New Orleans, pemilik mayoritas klub, George Shinn, mengalami kesulitan untuk menjual klub ke investor baru. Sempat pindah ke Oklahoma City pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2007, New Orleans Hornets tercatat sebagai klub dengan jumlah penonton paling sedikit di liga NBA. Belum jelasnya aturan CBA yang baru dalam menjamin profit lebih untuk klub membuat sulit penjualan klub ini.

Ini yang membuat banyak pengamat menilai keputusan liga untuk membeli Hornets dispekulasikan akan menimbulkan conflit of interest yang baru di masa mendatang.

MemangNBA Board of Governors menunjuk Jac Sperling, Vice of Chairman dari klub NHL Minessota Wild, sebagai Administrator Team sampai adanya pihak investor klub yang baru.

Dengan berakhirnya kontrak Chris Paul di tahun 2012, segera saja seorang Phil Jackson berucap bahwa konflik kepentingan pasti akan timbul.

Menahan Chris Paul tetap di klub jelas menjadi magnet dalam menarik pihak investor baru. Phil Jackson menantang bagaimana liga, dalam hal ini David Stern, bisa memutuskan franchise mana yang berhak mendapatkan Chris Paul?

2.       The New Labor Agreement

Berakhirnya NBA Lockout 2011 bulan November lalu jelas membuat posisi David Stern sebagai  NBA Commissioner dan de factor owner of New Orlean Hornets menjadi sulit. Disaat David Stern akhirnya mampu membujuk semua pemilik klub untuk menyetujui the new labor agreement yang konon tidak terlalu disukai oleh para pemilik klub,”a favor in return” akan selalu menghantui David Stern. Three-teams-trade yang dilakukan New Orlean Hornets dengan LA Lakers dan Houston Rockets dinilai banyak pengamat akan semakin menyulitkan liga dalam menjual klub. Siapa yang akan tertarik dengan masa depan klub dengan Kevin Martin sebagai franchise player yang hanya didukung oleh Luis Scola dan Lamar Odom yang keduanya berusia di atas 30 tahun? Di satu sisi lainnya, akankah pemilik klub yang datang dari small market cities akan merelakan LA Lakers kembali membangun dinasti baru, tidak hanya dengan Kobe Bryant dan Chris Paul, tapi bahkan dengan Dwight Howard di tahun 2012 nanti? Bagaimana dengan janji liga untuk memastikan adanya aturan yang akan menjanjikan kekuatan yang merata untuk setiap kota, terlepas dari besar kecil pasar di setiap kota tersebut?

Lihat bagaimana seorang Dan Gilbert, Cleveland Cavaliers owner, menjadi yang terdepan dalam menentang dan mengecam mega transaksi ini.  Juga Mark Cuban yang merasa peluang klubnya untuk mempertahankan gelar juara akan terancam dengan bergabungnya Chris Paul ke LA Lakers. Lucunya, Mark Cuban’s Dallas Mavericks dalam 5 tahun terakhir termasuk sebagai top 3 clubs yang mengeluarkan gaji terbesar di liga?

3.       2011 Free Agency Period

Dengan pendeknya masa training camp yang dimiliki klub dalam menyambut season 2011-2012 yang akan dimulai hanya dalam kurun waktu 3 minggu ke depan, pembatalan transaksi sepihak yang dilakukan oleh liga hanya akan membuat persiapan setiap klub akan terganggu. Lamar Odom, winner of NBA 6th Man Award tahun lalu, yang merasa tidak diminati lagi oleh LA Lakers, mengambil sikap keras atas kejadian ini. Bahkan Kobe Bryant pun mengutuk sikap klub dan liga. Lihat juga bagaimana seorang Luis Scola dan Kevin Martin yang merasa hari-hari mereka bersama Houston Rockets mungkin hanya menunggu hari.

Mungkin setelah hampir 27 tahun memimpin liga, saatnya David Stern untuk mundur. Intervensi David Stern dalam memveto pembatalan trade ini hanya akan menimbulkan efek domino yang jelas merugikan masa depan NBA.

Sudah saatnyakah NBA memiliki Commissioner yang baru?

Salam Cinta Olahraga,

Dony Munaf (@dony_is_ote)

 

Penulis adalah seorang pemerhati dan pencinta Olahraga. Setiap artikel yang dibuat oleh Penulis adalah rangkuman dari analisa, interpretasi dan ungkapan hati serta cinta Penulis terhadap setiap kejadian olahraga, baik di republik Indonesia dan belahan dunia lainnya. For the Love of the Game.

Powered by WP Robot