Prediksi NBA 2011-2012 : Let The Showtime Begin

By
Updated: December 26, 2011

NBA is back

Prediksi NBA 2011-2012: Kilatan petir menghancurkan pantai selatan Miami.

 5 months-long lockout… 1 cancelled-mega-trade… 2 pre-season plus 66.. regular season games.

Hanya dalam hitungan jam, liga NBA 2011-2012 akan segera dimulai dengan 5 gim yang mempertemukan tim-tim yang diunggulkan sebagai favorit di musim ini.

Dibuka dengan gim antara Boston Celtics dan New York Knicks, fans juga akan dihibur oleh gim yang mempertemukan 2 finalis NBA tahun lalu, Dallas Mavericks dan Miami Heats.

Derrick Rose juga akan datang ke Staples Centre, untuk membuktikan bahwa dialah penerus mega bintang bernomor punggung 23 sesungguhnya, bukan Kobe Bryant.

Tidak lama setelah itu, petir dan kilat akan menyambut kedatangan sang Superman ke kandang Oklahoma Thunders. Kevin Durant, seperti yang banyak dia lakukan dalam beberapa pick-up games selama proses NBA Lockout berlangsung, terus memperlihatkan kemampuan one-on-one skills yang jauh diatas semua pemain bintang NBA saat ini.

Sementara di gim terakhir, The LOB Angeles Clippers, julukan baru tim milik duo Chris Paul dan Blake Griffin juga tidak mau kalah untuk mempertontonkan “alley-oops-circus” di kandang Golden State Warriors.

Bagaimana dengan peluang tim lain di musim NBA 2011-2012 ini? Mari kita lihat analisa dan prediksi dari setiap divisi untuk setiap conference dibawah ini.

Eastern Conference

Atlantic Division

Juara Divisi: New York Knicks

Tim Kejutan: Philadelphia Sixers

New York Knicks, peringkat 2 statistik points-per-game  musim lalu, akan menggeser dominasi Boston Celtics di divisi ini. Kedatangan Tyson Chandler, salah satu pemain yang paling berperan setelah Dirk Nowitzki dalam membantu Dallas Mavericks meraih gelar juara NBA untuk pertama kalinya, jelas akan memperbaiki “interior defense” dari New York Knicks. Musim lalu, tim ini hanya ada dalam peringkat ke-20 dalam rebounds-per-game dan ke-28 dalam points allowed-per-game. Yang perlu dinantikan dari New York Knicks musim ini? Iman Shumpert. Rookie yang super atletis ini, diramalkan bersama Tyson Chandler, akan mengubah defensive culture dari  tim New York Knicks dan kembali membuat Madison Square Garden sebagai arena yang paling ditakuti di NBA.

Sementara pujian untuk management Philadelphia jelas harus diberikan, karena ditengah simpang siurnya rencana kepindahan Andre Iguodala, tim ini justru sigap dengan menahan sang pemain bintang dan bahkan terus melakukan “rebuilding” dengan komposisi pemain muda yang menjanjikan serta diprediksi akan semakin matang di musim ini seperti Thaddeous Young dan Jrue Holiday. Tambahkan juga Nikola Vucevic, 7 foot centre lulusan University Southern California yang memiliki skill dan shooting touch yang diatas rata-rata dan diprediksi pengamat akan cepat beradaptasi di kompetisi sekeras NBA.

Central Division

Juara Divisi: Chicago Bulls

Tim Kejutan: Indiana Pacers

Kedatangan Richard Hamilton akan semakin membuat Chicago Bulls menjadi kekuatan utama untuk menghadang Miami Heats. Pemain veteran yang pernah merebut juara NBA bersama Detroit Pistons ini bukan hanya menambal lubang yang tidak mampu diisi oleh Keith Bogan, tetapi akan menjadi mentor yang ideal buat Derrick Rose. Dengan tetap menjaga nukleus tim seperti Carlos Boozer, Luol Deng, Joakim Noah serta Taj Gibson, hanya tim sekelas Miami Heats yang mampu menahan tim asuhan Tom Thibodeau , NBA Coach of The Year musim lalu.

Sementara bergabungnya  David West jelas membuat lega Larry Bird. Bertumpu kepada pemain All Star Danny Granger, pelan tapi pasti Indiana Pacers terus membenahi kekuatan tim yang sangat merata. Pemain seperti George Hill, Paul George dan Tyler Hansbrough adalah tipikal pemain “pintar” yang tentunya disukai Larry Bird.

Southeast Division

Juara Divisi: Miami Heats

Tim Kejutan: –

Lupakan saja peluang Atlanta Hawks untuk menebus dominasi Miami Heats dan Orlando Magics. Posisi akhir divisi ini sepertinya tidak akan berubah seperti musim lalu dan tidak akan kejutan. Miami Heats menambah kekuatan dengan mendapatkan tanda tangan Shane Battier, yang banyak diniilai pengamat NBA sebagai the missing piece dari tim ini untuk bisa merebut juara. Shane layak dijuluki “the ultimate glue guy” karena kemampuan one-on-one defensenya  serta kelebihannya dalam menganalisa setiap tim dan pemain yang akan dijaganya menjelang setiap pertandingan.

Ditahun ke-9 kiprah Lebron James di NBA, penulis, seperti juga Charles Barkley dan Magic Johnson, hanya akan yakin Miami Heats bisa menjadi juara asalkan Lebron dapat memanfaatkan kombinasi skill, tinggi serta berat badan dia dalam posisi low post. Pemain guard mana yang bisa menahan 6 foot 8 guard dengan berat badan 250lb atau 103 kg ini? Entah mengapa Lebron lebih senang menembak 3-points dan penetrasi sambil melakukan dunk?
Western Conference

Northwest Division

Juara Divisi: Oklahoma Thunder

Tim Kejutan: Portland Trailblazers

Musim ini dan juga seperti di beberapa musim belakangan ini, depth atau kedalaman pilihan pemain memang menjadi faktor penentu keberhasilan. Setiap akhir musim bahkan ditengah musim, para general manager tim berlomba untuk bisa melakukan perubahan untuk memperkuat komposisi pemain untuk masing-masing tim. Dengan adanya lock out yang berlangsung lebih dari 6 bulan, familiarity jelas menjad i faktor keberhasilan yang tidak kalah pentingnya. Ini menjadi faktor plus untuk tim Oklahoma Thunder yang terus mempertahankan komposisi pemain mudanya yang dipimpin oleh Kevin Durant dan Russell Westbrook. Sulit rasanya bagi setiap tim di musim ini untuk membendung Kevin Durant untuk menjadi the real dominant player seperti Michael Jordan di jamannya. Ditambah dengan highly offensive skills and instict dari pemain sekelas Russell Westbrook. Mungkin hanya determinasi yang super lebih yang sayangnya lebih terlihat sebagai ego dari seorang Russell Westbrook yang bisa menahan tim ini untuk menjadi juara NBA untuk pertama kalinya.

Dengan resmi bergabungnya Ricky Rubio dengan Kevin Love di Minnesota Timberwolves, banyak juga yang memprediksi tim yang diasuh oleh Rick Adelman ini akan membuat kejutan, tapi tidak memperhitungkan LaMarcus Aldridge dan Portland Trailblazers adalah sebuah kesalahan. Disaat liga dan fans kehilangan salah satu mega bintangnya dalam sosok Brandon Roy, musim ini akan menjadi momentum untuk LaMarcus memperlihatkan kemegabintangannya. Lihat lineup berikut ini: Gerard Wallace, Jamal Crawford, Marcus Camby, Nicolas Batum serta raymond Felton. Siapapun yang bertemu tim ini di babak playoffs sepertinya hanya akan menemui mimpi buruk.

Pacific Division

Juara Divisi: Los Angeles Lakers

Tim Bukan Kejutan: Los Angeles Clippers

Perhatikan kata “bukan” dalam tulisan diatas. Divisi ini mutlak milik Hollywood teams. Prediksi paling mudah dibanding divisi lain. Kobe Bryant tentukan tidak akan membiarkan Clippers mengambil alih kota LA, tetapi setiap pertandingan kedua tim ini sudah pasti akan menyita banyak rating tidak hanya di US tetapi diseluruh jagad raya ini.

Southwest Division

Juara Divisi: Dallas Mavericks

Tim Kejutan: Houston Rockets

Kehilangan Tyson Chandler begitu ditentang oleh Dirk Nowitski. Andaikan Nene Hilario memilih Dallas ketimbang bertahan di Denver, tentunya tugas Dallas Mavericks akan menjadi lebih mudah. Beruntung Mark Cuban berhasil menarik Lamar Odom ke Dallas. Yang menarik untuk dinantikan adalah peran sang pemain ke-6 terbaik musim lalu ini, yang secara statisik berada di peringkat ke-3 dibelakang Paul Pierce dan Dirk Nowitski dalam points-per-play in the half court.

Dan dengan terus menuanya tim San Antonio Spurs rasanya ini divisi yang lunak buat sang juara bertahan. Melihat kiprah Memphis Grizzlies di babak playoffs tahun lalu memang membuat banyak pengamat menjagokan tim ini semakin matang di musim ini. Tetapi penulis memilih Houston Rockets sebagai tim yang akan mengejutkan di divisi ini. Motivasi Kevin Martin dan Luis Scola pasti sangat besar setelah mereka harus menjadi korban atas dibatalkannya transaksi pemain yang melibatkan Houston Rockets serta Los Angeles Lakers dan New Orlean Hornets oleh liga. Bergabungnya Samuel Dalembert, 6-11 defensive minded centre dari Sacramento Kings, akan mengisi lubang tim yang mempunyai statistik assists-per-game terbaik dan points-per-game ke-3 terbaik di NBA musim lalu. Perhatikan juga Terrence William, mantan 11th Overall Pick dari New Jersey Nets pada NBA Draft 2009 lalu. Pemain setinggi 6 foot 6 dengan berat hampir 220lb ini adalah asuhan pelatih legendaris NCAA, Rick Pitino. T-Will begitu panggilannya, disebut sebagai sebab kepindahan pelatih Rick Adelman dari Houston Rockets. Manajemen tim merasa T-Will akan menjadi pemain serba bisa yang tidak dimiliki tim ini musim lalgu dan sebuah kesalahan besar tidak memberikan waktu bermain yang cukup untuk dirinya. Jangan lupakan juga sosok Goran Dragic, pemain yang mencetak 21 poin dalam satu babak pada saat dia masih bermain untuk Phoenix Suns. Kedatangan Kevin McHale sebagai pelatih baru tim ini sepertinya akan memberikan suntikan baru bagi Houston Rocket untuk kembali masuk ke babak playoffs.

Tentu pertanyaan besar adalah siapa yang pantas menjadi juara di musim ini.  Dengan mempertimbangkan faktor seperti penambahan pemain, kedalaman pemain cadangan, dan conference dimana setiap tim berada, pantas rasanya memberikan tempat untuk Oklahoma Thunder menjadi juara dari Western Conference dengan mengalahkan salah satu wakil dari tim Hollywood.

Sedangkan Miami Heats seperti akan dengan mudah melewati setiap tim di Eastern Conference.

 

Oklahoma Thunder 4 – Miami Heat 3.

 

Let the Showtime Begins.

 

Salam Cinta Olahraga,

Dony Munaf (@dony_is_ote)

Penulis adalah seorang pemerhati dan pencinta Olahraga. Setiap artikel yang dibuat oleh Penulis adalah rangkuman dari analisa, interpretasi dan ungkapan hati serta cinta Penulis terhadap setiap kejadian olahraga, baik di republik Indonesia dan belahan dunia lainnya. For the Love of the Game.

Powered by WP Robot