JRBL 2012: 12 Hari, 31 Ribu Penonton

By
Updated: September 21, 2012

KEHEBOHAN babak penyisihan awal Junio JRBL 2012 Surabaya Series berakhir kemarin (19/9). Animo besar tidak hanya datang dari tim-tim yang berlaga, tetapi juga dari penonton dan suporter yang mendukung timnya di liga basket pelajar SMP pertama di Indonesia itu.

Selama 12 hari penyelenggaraan babak penyisihan, 31 ribu penonton memadati tribun DBL Arena Surabaya secara bergantian. Jumlah tersebut meningkat 42,8 persen jika dibandingkan dengan jumlah penonton pada babak penyisihan tahun lalu.

“Jumlah penonton kali ini memang membeludak luar biasa dan melampaui ekspektasi panitia. Sukses menyaingi rekor tahun lalu tersebut turut disumbangkan antusiasme tinggi sekolah debutan yang baru kali ini mengikuti fase penyisihan,” ungkap Donny Rahardian, event senior manager PT DBL Indonesia.

Kemarin merupakan penentuan empat tim yang lolos ke babak utama. Sukses mengalahkan Sanrock (SMPN 36 Surabaya) dengan skor 36-12 otomatis mengembalikan posisi tim putra SMP Petra 2 Surabaya di babak utama. Tahun ini mereka harus melalui jalan terjal dengan mengikuti babak penyisihan terlebih dulu.

“Saya sangat bangga dengan konsistensi dan kemampuan yang ditunjukkan anak-anak dalam tiga game terakhir. Walaupun ini adalah babak penyisihan, mereka mampu memaksimalkan performa dan tidak memandang remeh lawan,” ungkap Agus Suryadi, coach Petra 2. Dia begitu bersemangat saat memimpin anak didiknya pada game terakhir fase penyisihan kemarin.

Pada babak utama Petra 2 akan masuk di grup C putra bersama SMPN 2 Surabaya, SMPN 12 Surabaya, dan SMP Santa Agnes Surabaya. “Pesaing terberat kami adalah SMP Santa Agnes Surabaya. Tahun ini mereka memiliki modal pemain yang kuat. Tetapi, saya juga mengantisipasi tim lain yang berpotensi menjadi kuda hitam,” ungkap Agus.

Ucapan selamat juga pantas ditujukan kepada tim putri SMPN 6 Surabaya. Tim putri Spensix -julukan SMPN 6 Surabaya- sukses kembali ke babak utama setelah mengalahkan tim putri SMPN 8 Surabaya.

Putri Spensix adalah salah satu tim lawas penghuni babak utama. Namun, tahun lalu mereka harus menjadi juru kunci grup dan terdegradasi ke babak penyisihan. “Saya bersyukur karena kami bisa kembali lagi ke babak utama. Seharusnya, memang di sanalah tempat kami berada. Kerja keras serta kekompakan anak-anak untuk konsisten dan bermain bagus patut diacungi jempol,” ujar Joko Suhanto, coach SMPN 6 Surabaya.

Joko mengakui bahwa kembali ke babak utama adalah target minimal yang ingin diraihnya saat ini.”Kami juga ingin bertahan di babak utama,” tegasnya.

Sumber: www.jrblindonesia.com

Powered by WP Robot